Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang

Authors

  • M. Yusril Juliansah Universitas Muhammadiyah Malang
  • Eko Rizqi Purwo Widodo Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.59012/jsb.v3i3.76

Keywords:

Disabilitas Netra, Rehabilitasi Sosial Bina Netra, Kemandirian

Abstract

Penyandang disabilitas netra merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan dalam penglihatan. Di Jawa Timor terdapat 5.987 penyandang disabilitas netra. Oleh karena keterbatasan yang dimiliki, penyandang disabilitas netra memerlukan pendampingan dan bimbingan yang tepat dari, agar dapat mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari (activity of daily living). Sehingga sangat penting untuk mengetahui bagaimanakah peran yang dijalankan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas netra. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran dalam membentuk kamandirian penyandang disabilitas netra, studi kasus di unit pelaksana tehnik Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang atau UPT RSBN.  Penelitian ini merupakan jenis peneitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus atau case study. Tehnik dalam pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara dan doumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, di RSBN Malang telah melakukan perannya secara optimal. Peran yang dimaksud yakni sebagai edukator, motivator, konselor, mediator dan fasilitator dalam mendampingi penyandang disabilitas netra. Namun terdapat beberapa masalah yang menjadi faktor pengahambatnya,  antara lain tidak adanya dukungan dari keluarga klien sehingga komunikasi antara klien dengan keluarga yang tidak terjalin dengan baik. Penggunaan gawai yang berlebihan sehingga sulit untuk disiplin dan fokus dalam aktifitas lainnya. Menyikapi hal tersebut pekerja sosial kemudian melakukan pendekatan, konsultasi dan motivasi pada klien dan keluarga. Pemerintah perlu kiranya agar mendorong pihak agar mampu memberikan edukasi terhadap keluarga klien dan masyarakat agar dalam menerima dan membantu para penyandang disabilitas netra.

References

S. Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar Jakarta: Rajawali Pers. Jakarta: Rajawali Pers, 1990.

R. Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Indonesia: BPK RI, 2016. [Online]. Available: https://share.google/H6tefvljvDMR9N1mT

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, “Laporan Pembangunan Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Indonesia,” Bappenas.

R. Yin, “Case Study and Applications: Design and Methods (6th ed.),” Theory Methods Metall. Process Integr., vol. 11, no. 1, pp. 179–272, 2016.

J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage publications, 2016.

A. Bryman, Social Research Methods. Oxford university press, 2016.

M. B. Miles and A. M. Huberman, Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. sage, 1994.

A. Fahrudin, Pengantar Kesejahteraan Sosial. 2012.

H. Nawawi, “Metode Penelitian Bidang Sosial,” 1995.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, “Statistik Penyandang Disabilitas Provinsi Jawa Timur Tahun 2022,” BPK Provinsi Jawa Timur. [Online]. Available: https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTU1NyMx/baanyaknya-desa.kelurahan-menurut-keberadaan-penyandang-cacat-.html

Z. Y. Yunan, “Peran Pekerja Sosial Dalam Meningkatkan Keberfungsian Sosial Penyandang Disabilitas Tunarungu Melalui Program Terapi Psikosial Di Sentra Mulya Jaya Gebang Sari.” Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif ….

S. Somantri, “Psikologi Anak Luar biasa,” Bandung: Refika Aditama, vol. 37, 2006.

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

M. Yusril Juliansah, & Purwo Widodo, E. R. (2025). Peran Pekerja Sosial dalam membentuk kemandirian Penyandang disabilitas netra di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang. Journal of Society Bridge, 3(3), 139–154. https://doi.org/10.59012/jsb.v3i3.76